Coming Soon
01 April 2026

Ketika Keberagaman Genetik Tanaman Hilang, Sistem Pangan Indonesia Terancam

Ketika Keberagaman Genetik Tanaman Hilang, Sistem Pangan Indonesia Terancam

Upaya Menjaga Benih Lokal dan Bank Genetik untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sistem pangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh produksi dan distribusi, tetapi juga oleh fondasi utamanya, yaitu benih. Dari benih inilah seluruh proses pertanian dimulai dan berkembang secara berkelanjutan. Namun, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 75% keanekaragaman tanaman pangan dunia telah hilang sejak awal abad ke-20. Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi sistem pangan global, termasuk Indonesia, sedang menghadapi tekanan serius1.     

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan genetik tanaman terbesar di dunia. Berbagai varietas sayuran dan tanaman lokal tumbuh dengan karakteristik unik yang adaptif terhadap lingkungan setempat. Namun, banyak benih lokal Indonesia kini mulai menghilang akibat modernisasi pertanian dan perubahan pola budidaya. Hilangnya varietas ini menunjukkan bahwa potensi besar tersebut belum sepenuhnya terjaga dengan baik. 

Fenomena hilangnya keberagaman genetik tanaman dikenal sebagai erosi genetik. Proses ini terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari, tetapi dampaknya sangat signifikan. Tanpa keberagaman genetik, sistem pangan menjadi lebih rentan terhadap perubahan iklim, hama, dan penyakit tanaman. Akibatnya, ketahanan pangan Indonesia dapat terancam dalam jangka panjang. 

bagaimana EWINDO berkolaborasi dengan UGM untuk menjaga benih lokalKeberagaman genetik tanaman memiliki peran penting dalam menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Di dalam setiap benih tersimpan potensi untuk beradaptasi, bertahan, dan menghasilkan varietas unggul. Oleh karena itu, benih dapat dipahami sebagai infrastruktur biologis dalam sistem pangan. Ketika keberagaman genetik menurun, kemampuan sistem pangan untuk berkembang juga ikut melemah. 

Upaya menjaga keberagaman genetik tanaman dilakukan melalui pengembangan Bank Genetik Sayuran. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat konservasi benih sekaligus sumber inovasi pertanian. Melalui proses pengumpulan, penyimpanan, dan perbanyakan benih, varietas lokal dapat tetap terjaga keberadaannya. Bank genetik juga memungkinkan pemanfaatan benih untuk riset dan pengembangan varietas unggul. 

bagaimana EWINDO berkolaborasi dengan UGM untuk menjaga benih lokalKolaborasi antara EWINDO dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi langkah strategis dalam pengelolaan bank genetik di Indonesia. Penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pangan berkelanjutan, terutama di tengah modernisasi pertanian dan hilangnya varietas lokal. 

Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan pentingnya menjaga sumber daya genetik tanaman sebagai fondasi sistem pangan. 

“Kalau kita berbicara tentang pengembangan bibit yang unggul, itu akan sampai pada kebiasaan orang dalam mengolah dan mengonsumsinya. Dengan memahami rantai pasok dari sumber, kita akan bisa memastikan kualitas dan gizi komoditas. Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama.” 

Dalam perspektif industri, benih tidak hanya dipandang sebagai input produksi, tetapi sebagai investasi strategis jangka panjang. Kualitas benih menjadi penentu utama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sistem pangan nasional. 

Presiden Direktur Ewindo, Glenn Pardede, menekankan bahwa upaya konservasi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. 

“Sistem pangan nasional sangat bergantung pada kualitas benih yang kita miliki. Indonesia memiliki kekayaan genetik tanaman yang luar biasa, namun tanpa upaya konservasi yang sistematis, kekayaan ini bisa hilang.” 

Bank Genetik Sayuran tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga pada pengembangan inovasi pertanian. Benih yang dikonservasi dapat digunakan untuk menciptakan varietas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, keberagaman genetik juga mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dengan demikian, konservasi benih berperan penting dalam memperkuat sistem pangan Indonesia. 

Menjaga keberagaman genetik tanaman merupakan langkah penting dalam memastikan ketahanan pangan nasional. Upaya ini tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan masyarakat. Dalam menghadapi tantangan global, menjaga benih berarti menjaga kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi. Pada akhirnya, menjaga benih hari ini berarti menjaga masa depan pangan Indonesia.